diam

Mulutku di bungkam Saat kata-kataku akan menghujam

Telingaku tertutup Saat udara panas bertiup

Tubuhku tergerak statis Saat otot-ototku mencoba untuk dinamis

Kulit-kulitku terasa kebal Saat sesuatu menusuk di kulitku yang tebal

Hanya otakku yang terus mencaci

membebaskan pikiranku untuk menari

dengan umpatan yang terus bersemi

dalam sebuah kotak kecil bernama yang kunamakan “hati”

Leave a comment

Filed under Poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s